More than Just Information.


KONSEP DESAIN LAYOUT

Tantangan yang paling menarik dari desain grafis maupun tata desain layout adalah ketiadaan aturan atau hukum yang universal” semuanya serba relatif. Anda bisa memakai sarana dan teknik dalam suatu karya secara effektif dan berhasil, tetapi belum tentu sarana da teknik tersebut efektif dan cocok untuk orang lain.
Apabila desain grafsis maupun tata layout dibuat patent dengan standart yang baku, maka pekerjaan desain akan diambil oleh komputer saja. Seorang desainer kan kehilangan pekerjaan setelah menghasilka karya templetnya. Oleh karena itu beruntunglah bahwa dalam desain tata letak tidak dikenal aturan-aturan yang berlaku secara menyeluruh. Justru disitulah peran seorang desainer. Bagi seorang desainer yang baik, karyanya dalam suatu proyek tidak akan pernah sama dengan karya pada proyek yang lain. Oleh karena dalam berkarya terdapat sebuah misi yang berbeda, yang ditujukan kepada publik yang berbeda, klien yang seleranya berbeda, atau yang jelas untuk menyampaikan isi informasi yang berbeda.

1. Sebuah Desain Harus Menarik

Keefektifan sebuah desain grafis yang ditampilkan dalam media cetak menekankan pada bentuk tampilanya, selain juga pada isinya. Keputusan membeli yang dilakukan oleh seorang calon konsumen sering kali dilakukan berdasarkan informasi yang tertera pada brosur, iklan, proposal, maupun media cetak lainya. Kesan pertaema dari iklan yang anda buat akan berahan lama. Keefektifan pada desain grafis memberikan kemudahan kepada seseorang untuk menerima suatu produk, jasa atau sekedar image (pandangan). Pengambilan keputusan sering dipengaruhi oleh emosi (mood) dan intuisi, dimana itu dipengaruhi langsung oleh media cetak yang membuat penjelasan. Melalui media cetaklah seseorang akan mudah membaca atau melihat pesan tersebut berulang-ulang. Jika pesan disampaikand engan format yang buruk, orang akan enggan melihatnya kembali.

2. Prinsip Layout Yang Baik

Didalam setiap buku atau tulisan yang mebahas pembelajaran tentang prisnsip desain, selalu dimuat 5 buah prinsip utama dalam desain, yaitu ;
Menurut tom lincy (dalam desaing principle for dekstop publishing) :
a. Proporsi (proportion)
b. Keseimbangan (balance)
c. Kontras (contrast)
d. Irama (rhythm)
e. Kesatuan (unity)

Namun prisnsip tersebut terkadang disingkat menjadi 4 prinsip :
Menurut robil william (dalam the non designer`s desain book)
a. Kontras (contrast)
b. Perulangan (repetition)
c. Peletakan (alignment)
d. Kesatuan atau fokus (proximity)

a. Proporsi

Proporsi yang dimaksud adalah kesesuaian antara ukuran halaman dengan isinya. Dalam dunia tata layout, dikenal ukuran kertas atau bidang kerja yang paling populer, yaitu yang dikenal dengan ukuran Letter, 8.5” x 11”. Hingga saat ini, ukuran Letter dijadikan standart ukuran siap pakai (sebagai default) dihampir setiap program pengolahan kata maupun pengolahan gambar.

b. Balancing (keseimbangan)

Prinsip keseimbangan merupakan suatu pengaturan agar penempatan elemen pada suatu halaman memiliki effek seimbang. Terdapat dua macam keseimbangan yaitu keseimbangan simetris atau formal dan keseimbangan asimetris atau kinformal.
Keseimbangan formal digunakan untuk menata letak elemen-elemen grafis agar terkesan rapi dan formal. Prinsip keseimbangan formal atauu semetri sering digunakan dalam karya publikasi yang dibuat untuk memberi kesan dapat dipercaya, dapat diandalkan serta memberi kesan rasa aman.
Seimbang bukan berarti sanma besar, tetapi memiliki tampilan yang sama bobotnya. sebagai kebalikanya, keseimbangan informal memiliki tampilan yang tidak simetris. Pada dasarnya, setiap elemen yang disusun memiliki kesan yang seimbang, hanya saja cara pengaturanya tidak sama. Prinsip itu sering digunakan untuk menggambarkan adanya dinamika, energi dan pesan yang bersifat tidak formal. Prinsip tersebut sering digunakan oleh kalangan muda. Penerapan prinsip tersebut sering berhubungan dengan prinsip-prinsip lainya, yakni kesatuan dan harmoni.

c. Kontras/fokus

Untuk memperoleh suatu penekanan dan agar suatu desain tidak datar diperlukan suatu kekontrsan atau fokus dalam mendesadinnya. Masing-masing elemen yang berada dihalaman harus ada yang dominan. Anda dapat menonjolkan headlinenya, ilustrasi atau fotonya, ataupun pada white spacenya atau ruang kosong. Jika semua elemen sama menonjolnya, maka kesan yang ditimbulkan akan datar dan tidak ada yang istimewa dari desain tersebut. Untuk menimbulkan kontras bisa kita gunakan permainan huruf tebal dan dikombinasikan dengan huruf tipis. Huruf berukuran besar disandingkan dengan huruf kecil juga akan menimbulkan kontras. Jika kontras dilakukan maka fokus akan didapat dalam desain tersebut.

d. Irama (rhythm)

Irama alias rhythm sebenarnya bermakna sama dengan repetition alias pola perulangan yang dmenimbulkan irama yang enak diikuti. Pengulangan pola warna ataupun motif yang diulang dengan irama tertentu merupakan salah satu prinsip penyusunan layout.
Dalam publikasi yang memiliki beberapa halaman, kontinuitas dari iramanya haruslah dijaga, supaya memperoleh irama, anda harus membuat beberapa elemen tetap yang diulang-ulang polanya. Dengan demikian pembaca masih dapat mengikuti alur dan publikasi anda melalui ciri desakin layout tersebut.

e. Unity (kesatuan)

Prinsip kesatuan atau unity/proximity yang berarti kedekatan adalalh hubungan antar elemen-elemen desain yang semula berdiri sendiri-sendiri serta memiliki ciri sendiri-sendiri yang disatukan menjadi sesuatu yang baru yang memiliki fungsi baru yang utuh. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan misalnya, mendekatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: